Tips jual cepat properti

Ketika anda hendak menjual atau menyewakan properti, ujung tombak dari lakunya properti anda adalah agen properti. Hanya jika properti anda berada langsung di depan jalan raya utama dimana ada ribuan kendaraan yang lalu lalang melihat spanduk properti yang anda pasang sendiri, maka anda pasti membutuhkan agen properti.

Sayangnya, kesalahan umum dari kebanyakan pemilik properti adalah menyebarkan informasi tentang properti milik mereka ini ke sebanyak mungkin agen karena mereka berharap semakin banyak agen yang mengetahui maka akan semakin cepat laku properti ini.

Faktanya tidak seperti demikian.

Tips jual cepat properti anda
Properti yang terjual cepat adalah properti yang : 1) baik, bagus, diminati banyak orang, demandnya tinggi. 2) harganya termasuk murah atau paling tidak bisa diterima oleh pasar. 3) properti itu dipasarkan secara aktif oleh agen yang ditunjuk sehingga setiap kali ada calon pembeli yang mencari properti di area tersebut di internet, akan langsung menemukan properti ini dengan mudah.

Sebagai pemilik, anda tidak bisa mengubah point no. 1

Sebagai pemilik, anda tidak bisa mengubah point no. 1, setidaknya tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Apabila rumah yang anda beli terletak di sebelah kubur sejak awalnya, anda tidak bisa mengubah hal itu, Apabila rumah anda itu posisinya tusuk sate, anda juga tidak bisa mengubah hal itu. Apa yang anda bisa ubah adalah point no. 2 yaitu harga. Yang bisa anda ubah juga adalah point no. 3, yaitu seberapa aktif properti anda muncul di pasar. Walaupun hal ini tidak melulu bergantung kepada anda, tetapi sebagai pemilik anda memiliki andil juga dalam menentukan seberapa cepat properti anda akan laku di pasar.

Seberapa aktif properti anda dipasarkan tergantung dua hal : 1) Fokus daripada agen yang anda tunjuk. 2) sumber daya yang dimiliki oleh agen tersebut.

Disinilah letak kesalahan pemilik properti yang menghubungi banyak agen properti untuk memasarkan propertinya. Pekerjaan pemasaran properti harus diberikan secara personal,dengan sebuah perjanjianeksklusif sehingga agen tersebut akan memiliki sebuah rasa bertanggung jawab dan kewajiban moral untuk memasarkan properti itu secara serius. Selain itu sebuah perjanjian eksklusif juga harus mencantumkan apa yang akan dilakukan oleh agen properti tersebut untuk memasarkan propertinya.

Pekerjaan pemasaran properti harus diberikan secara personal, dengan sebuah perjanjian eksklusif sehingga agen tersebut akan memiliki sebuah rasa bertanggung jawab dan kewajiban moral untuk memasarkan properti itu secara serius.

Agen memiliki hak akan kerja kerasnya dilindungi dengan sebuah kepastian hukum, sedangkan pemilik memiliki hak mendapatkan upaya maksimal dan terukur dari agen tersebut untuk memasarkan propertinya.

Pemasaran properti yang dilakukan hanya secara mekanis misalnya melalui broadcast sms ke banyak agen, hanya akan diingat oleh si agen properti tersebut dan baru akan ditindaklanjuti jikalau agen itu memiliki calon pembeli.

Tanpa ada satupun yang merasa bertanggung jawab untuk memasarkan properti anda.

Selain itu anda juga harus memastikan bahwa anda harus membuat perjanjian dengan perusahaan agen properti, bukan dengan agen perorangan. Agen bisa datang dan pergi, perusahaan tidak. Agen hanya satu orang, perusahaan tidak. Agen memiliki sumber daya terbatas karena hanya bergantung kepada dirinya sendiri, perusahaan tidak. Perusahaan agensi properti yang sehat memiliki staf administrasi, kurir, tim penjualan dan manajer yang mengawasi semua rangkaian proses tersebut.

Harga
Hal kedua yang anda harus perhatikan adalah harga. Tidak peduli bagaimanapun hebatnya team pemasaran yang anda tunjuk, jikalau anda membuka harga properti anda terlalu tinggi, maka butuh waktu yang panjang sebelum pada akhirnya properti anda diserap oleh pasar.

Price vs Potential Buyers
Statistik menunjukkan umumnya properti yang dibuka dengan harga 15-20% di atas pasar, hanya akan menarik 10% dari calon pembeli potensial untuk melihat properti tersebut. Sedangkan properti yang dibuka di harga pasar atau sedikit di atas harga pasar dapat menarik 60% calon pembeli potensial.
Namun bila anda membuka properti di bawah pasar, anda bisa menarik 90% dari calon pembeli potensial namun anda juga kehilangan value yang sebenarnya anda bisa dapatkan atas properti anda.

Value vs Harga
You price too high you lose buyers. You price too low you lose value. Seorang agen properti professional akan membantu anda membedakan value dan harga dari properti anda. Karena value dan harga tidak sama. Mengapa? Karena value tergantung kondisi makro dan mikroekonomi temporer, tergantung tingkat kebutuhan penjual dan pembeli, dan tergantung seberapa besar usaha dan opportunity costsyang harus dikeluarkan oleh pembeli untuk membuat properti tersebut itu menjadi sesuai seperti yang dia inginkan. Sementara harga biasanya hanya ditentukan berdasarkan rata-rata matematis dari properti sejenis lainnya yang berada di lokasi yang sama.

Dengan menunjuk sebuah perusahaan agen properti professional, anda bisa mendapatkan konsultasi secara berkelanjutan mengenai berapa harga terbaik sesuai dengan kondisi ekonomi dan situasi pasar terakhir, sehingga bisa membantu anda mengambil keputusan terbaik.

Leave your comment

Price Range